Connectify 7.2.1 Pro

Berbagi Koneksi internet

Berbagi Koneksi internet

Mungkin sahabat sudah tidak asing lagi dengan software ini, yups Connectify merupakan software untuk berbagi koneksi internet dengan media wifi. kalau biasanya Connectify hanya untuk berbagi sesama PC namun Connectify 7.2.1 Pro  ini bisa berbagi pakai dengan perangkat BB maupun Android karena kases pointnya WPA2.

Conectify 7.2.1Sudah saya test menggunakan windows 7 dan bekerja dengan baik, serta bisa ditangkap wifi HP Android maupun BB. Jika Sobat tertarik silakan Download

2 Ekor Rajawali

Suatu hari seorang Raja mendapatkan hadiah 2 ekor anak rajawali. Raja senang sekali & selalu memamerkan anak rajawalinya.Lalu dia berpikir, akan bagus sekali jika rajawali ini dilatih utk terbang tinggi. Tentu akan lebih indah lagi.

Ia memanggil pelatih burung yg tersohor di negerinya utk melatih 2 rajawali ini.

Setelah beberapa bulan, pelatih burung ini melapor kepada Raja. Seekor rajawali telah terbang tinggi & melayang² di angkasa. Namun seekor lagi tidak beranjak dari pohonnya sejak hari pertama ia tiba.

Raja pun memanggil semua ahli hewan & para tabib sakti utk memeriksa rajawali kesayangannya ini. Namun tdk ada yg berhasil utk “menyembuhkan” & membuat rajawali ini terbang.

Berbagai usaha telah dilakukan rajawali ini tidak kunjung bergerak dari dahannya.Kemudian Raja mendapat ide utk memanggil orang yg biasa “melihat” rajawali.

Kemudian ia bertemu dgn petani yg sangat mengenal akan sifat rajawali & Raja meminta bantuan petani itu.

Keesokan harinya ketika Raja mengunjungi rajawali ini, ia kaget melihat rajawali ini sudah terbang tinggi.
Dgn penuh penasaran Raja bertanya kpd petani, apa yg ia lakukan.

Petani menjawab, “saya hanya memotong cabang pohon yg selama ini dihinggapinya saja yaitu DAHAN yg membuatnya NYAMAN”.

Sahabatku, kita dilahirkan utk sukses,
kita ditakdirkan utk terbang tinggi.
Namun, ada yg memegang erat ketakutannya, tidak mau melepaskan ketakutannya & tidak beranjak dari posisinya.
Atau kadang kita terlalu memegang zona kenyamanan kita, hingga kita takut & tidak mau melepaskannya, takut gagal, takut kecewa, takut capek, takut malu, takut ini dan itu, dll.

Sahabat, satu-satunya cara untuk bisa membubung tinggi adalah. keluar dari zona nyaman…!Tidak ada jalan pintas…Hanya ada 2 pilihan: tetap bergantung di dahan selamanya atau membubung ke angkasa.

Write by: NN

It Came Over Me in A Rush

Udah lama ne fakum dari dunia blog, karena kesibukan di dunia nyata yang banyak menyita waktu. Demi teman bloger kali ini saya mau posting sebuah cerita singkat yang merupakan titipan dari seorang teman. Karena saya sudah janji untuk mempostingnya walau agak telat. ok judulya “It came over me in a rush”

When I realize that I love you so much

That’s sometime I cry but I can’t tell you why

What I feel why I feel inside . . .

Namaku Andini Putri Rianti, orang dekat kerap memanggilku dengan nama Andini. Usiaku sekarang 16 tahun. Hobiku membaca novel, menulis dan mendengarkan lagu. Salah satu lagu favoritku adalah in a rush dari backstreet boy. Dalam sehari aku bisa memutar lagu itu 3 kali sehari, seperti minum obat kata sahabat baikku Kitara. Dan teman kelasku sering complain kalau aku suka memutar lagu itu di kelas. Cuma kitara yang mengerti mengapa aku suka sekali mendengar lagu ini.

“Ra, malam ini menginap dirumahku ya? Ajakku pada kitara.”

“Boleh, sekalian kita mengerjakan tugas Din, tugas kita banyak sekali.”

“Oke bos, nanti aku jemput kamu sore ya. Aku duluan ya Ra. Stop depan mang, kataku pada supir angkot.”

“Iya, sampai ketemu Din.”

“Ibu, malam ini tara menginap di rumahnya Andin ya?”

Ibu belum menjawab, masih sibuk membereskan masakan di dapur.

“Kami banyak tugas sekolah, bu. Yang harus dikerjakan secara kelompok. Lagian ini kan malam minggu bu? Tara bosan kalau di rumah enggak ada teman. Gerutu kitara.”

“Hmm, iyaa boleh. Tapi besok pagi sudah harus pulang ya? Dan janji sama ibu benaran mengerjakan tugas? Nanti ibu telepon lo ke rumahnya Andini.”

“Oke deh, ibu memang paling baikkk sedunia, cantik dan tidak sombong. Puji kitara.”

Sore hari di rumah Kitara. . .

“Assalamualaikum. Ting tong, ting tong,, Andini memencet bel di rumah Kitara.”

“Waalaikumsalam. Ibu kitara keluar membukakan pintu.”

“Tante, tara nya ada? Tanya dini sambil mencium punggung tangan ibu kitara.”

“Ada lagi beresin perlengkapannya di kamar, ayo masuk dulu sayang.”

“Tara, udah bilang kan tante mau nginap di rumah dini mala mini?”

“Udah, dini mau minum apa? Atau mau makan dulu sama tara, tante buat bakso nih.

“Makasih tante, tapi dini masih kenyang tadi dari rumah udah makan dulu.

Ohh yaudah tante bukusin aja ya.?

Iya deh, terserah tante kalau enggak ngerepotin 

15 menit kemudian . .

Ibu, kami pamit dulu yaa..

Iyaa hati_hati ya sayang.

Malam hari di rumah Andini. . .

It came over me in a rush

When I realize that I love you so much . . .

“Din, kenapa sih kamu suka sekali lagu itu?”

Kamu kan tahu sendiri Ra, ini lagu punya makna dalem banget buat aku.

Iyaa tawuuu cintongg, tapi kenapa? Kamu suka sama seseorang ya?

Hmmm, kasih tawuu enggak yaa?

Kasihh tawu laa, masak kamu main rahasiaan sama aku?

Sebenarnya aku memang lagi suka sama anak kelas sebelah.

Hah, tuh kan benar. Siapa sih Din?

Dia . . . …………………………………………………………………

Dia siapa?

Atau jangan_jangan mang udin ya? Hahahhaha

Husss, enak aja.

Si Heri anak baru itu ya yang suka tidur di kelas, wkwkwkwk

Bukan.

Jadi siapa dong Ra? Aku penasaran banget ni. Terharu juga kasihan liat kamu nangis terus abis denger lagu itu. Aku juga bête sama teman_teman kelas yang suka rese” protes sama lagu kesukaan kamu. Walaupun jujur kadang aku juga bosan dengernya, heheheh.

Idihhh, sama dong kamu dengan mereka, huuuuuu, keluh Andini yang matanya masih memerah setiap mendengar lagu mellow itu.

Ya enggak lah, aku peduli sama kamu Din. U know me la. Heheh

Kamu ingat Aang enggak?

Aang yang sering kamu certain ke aku waktu aku masih di Bandung ya?

Iyaaa. Jawabku sambil nyengir. 

Ya, ampuuunnn kok aku bisa lupa sih. Kamu juga sih kenapa udah 2 minggu aku pindah sekolah ke sini belum kamu kenalin? Pasti kamu takut aku suka juga yaa, ya enggak la din.

Apaan sih. Ucapku tersipu malu sambil memandang jauh ke luar jendela. Dan tak terasa bulir halus itu mengalir lagi. Aku menangis.

din, kok kamu nangis? Aku Cuma becanda doing kok.

Enggak apa kok Ra.

Yaudah berenti nangis ya, terus apa hubungan Aang sama lagu itu? Yang bikin kamu mewek tiap dengar lagu itu. Kalau kamu suka seharusnya bilang dong sama dia. Jangan dipendam gitu.

Enggak bisa, Ra. Aku terisak semakin dalam.

Kenapa enggak bisa Din? Aku bantuin ya? Atau si Aang udah punya pacar?

Dia enggak pernah pacaran, setau aku Ra.

Laa terus apa masalahnya Din? Tinggal bilang kan, beres.

Masalahnya Aang udah pergi Ra. Hiksssss, hiksssss.

Pergi kemana? Pindah sekolah? Ke luar kota? Yaudah kamu bisa message atau telepon dia kan.

Enggak bisa, taraa. Aku enggak bisa. Menangis semakin jadi akunya.

Yaudah, cups, cup, cup. Diem ya saayang. Mana nomer rumahnya biar aku yang ngomong.

Aku Cuma bisa terdiam, tak dapat mengatakan yang sebenarnya pada katara sahabatku. Hanya butuh waktu sekian detik tara sudah menemukan kontak aang di ponsel ku. Tutt, tutt, tutt.

Halo, assalamualaikum?

Waalaikumsalam, iyaa ada apa Dini malam begini menelpon tante? Jawab wanita di seberang sana.

Emm, boleh Dini bicara dengan Aang tante? Tanya tara dengan sopan.

Aang?? Tanya tante kebingungan. Kuambil ponselku dari tangan tara yang ikut bingung.

Maaf tante, dini Cuma lagi kangen aja, jadi pengen nelpon tante, tante apa kabar?

Baik, saying. Cuma tante kadang kesepian kalau om lagi dinas keluar kota belakangan setelah Aang meninggal. Main la dini kesini kalau lagi libur sekolah ya.

Iya tante. Salam ya tante untuk om. Lain kali dini main ke rumah. Selamat malam tante.

Malam. Telpon ditutup.

Jadi, din aang udah meninggal?? Tanya tara bingung.

Iyaa raa. Hiksssssssss. Menangis di pangkuan tara.

Sabar ya saying. Sambil mengelus sambut dini.

Tapi kamu udah sempat ngasih tau dia kan Din kalau kamu suka sama dia?

Belum ra. Dan dia enggak akan pernah tahu. Hikss…

Sabar ya saying, kami menangis berangkulan.

by: Ranisa

Jawaban Atas Pertanyaan Ku (Surat Ku Part-8)

Hari ini tersentak hati karena sebuah jawaban atas ribuan pertanyaan yang selama ini belum terungkap.

Mengapa ku harus berjalan sejauh ini

            Mengapa harus terlebih dahulu hati menerima sebuah goresan

            Untuk mendapatkan sebuah kata dari ketulusan

Ternyata tanpa kusadari, tanpa ku menolehkan sedikitpun pandangan mata. Ada seseorang yang dalam diam dan senyumnya. Ia begitu menyayangi tanpa harus dengan ucapan dan tanpa harus bertatap mata, apalagi bertemu pandang. Ia dengan yakin mengatakan kepada hati kecilnya bahwa dia telah memilih aku.

Ukhi, kenapa tiada dari dulu engkau ungkap rasa ini. Hingga tiada perlu kau biarkan diriku yang berjalan tanpa arah tujuan pasti. Selama itu kau pendam rasa cintamu atau itulah caramu mencintai seorang hamba.

Apakah Tuhan sengaja menguji hamba ini

            Kau ingin menempah diriku hingga diri siap menerima hadiah Mu

            Terima kasih ku Tuhan. Atas semua rintangan dalam setiap langkah perjalanan ku.

Mata hatiku telah terbuka kini. Ia yang selama ini kucari tiada ku duga, ada dan selalu ada didekat ku. Ukhi, yang sangat sabar menantiku pulang dari kelukaan yang amat pedih, karena hatiku sudah tergores dan terluka.

Ukhi, engkau bersedia mengobati sebuah luka yang mendalam. Engkau jaga hatimu hanya untuk menungguku pulang. Maaf diriku tiadda melihat dirimu yang selama ini selalu ada di sekitarku, selalu meneteskan air mata disetiap doa mu dan berharap diriku baik-baik saja.

Sekali lagi terima kasih atas semua kesabaranmu. Kini kupercaya misteri Tuhan yang tiada terungkap hingga hamba-Nya membuka mata hati.

Kuyakin perjalananku berhenti dikamu.

21 November 2013.

Wj. Kastra

 

Software Adzan (Shollu)

Program ini bertujuan memberi peringatan kepada pengguna komputer bahwa waktu sholat telah tiba atau sebentar lagi tiba. Sehingga pengguna bisa bersegera untuk mempersiapkan diri untuk menunaikan sholat.

Software Adzan

Software Adzan

Download

Berbeda dengan versi 2.15 ke bawah, mulai versi 3.00 shollu menggunakan koordinat wilayah ( garis lintang dan garis bujur), ketinggian dan beberapa kriteria lainnya. Pengguna hanya perlu setting sekali dan jadwal otomatis akan selalu update. Shollu dilengkapi dengan wilayah-wilayah di Indonesia dan kota-kota besar di dunia. Untuk wilayah lainnya bisa download file tambahan, bisa dilihat dalam help file.

Sejalan dengan perkembangannya, maka fasilitas-fasilitas shollu semakin bertambah, untuk lebih jelasnya bisa melihat langsung di program atau Membaca help file.

Semoga program ini bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi kaum muslimin di mana saja.

LISENSI

Program Shollu di release sebagai freeware (sejak versi 3.09 menjadi Open Source) anda bebas mendistribusikannya dan bahkan dianjurkan menyebarkannya ke saudara sesama muslim. Jazakumullah khoiron kepada anda yang ikut menyebarluaskan program ini.

Izin diberikan secara gratis kepada siapa saja yang menggunakan program, copy, menyebarkan, menyertakan dalam download di web site,CD atau media lainnya. Bagi yang ingin mengembangkannya kami persilahkan, dengan tetap memperhatikan etika dan cara yang baik. Untuk informasi lebih lengkap silahkan langsung email ke ebta.setiawan@gmail.com atau kunjungi http://ebsoft.web.id dan juga https://code.google.com/p/shollu/

copyrights ©2004-2012 by Ebta Setiawan
All rights reserved

PRIBADI MUSLIM BERPRESTASI

Sekiranya kita hendak berbicara tentang Islam dan kemuliaannya, ternyata tidaklah cukup hanya berbicara mengenai ibadah ritual belaka. Tidaklah cukup hanya berbicara seputar shaum, shalat, zakat, dan haji. Begitupun jikalau kita berbicara tentang peninggalan Rasulullah SAW, maka tidak cukup hanya mengingat indahnya senyum beliau, tidak hanya sekedar mengenang keramah-tamahan dan kelemah-lembutan tutur katanya, tetapi harus kita lengkapi pula dengan bentuk pribadi lain dari Rasulullah, yaitu : beliau adalah orang yang sangat menyukai dan mencintai prestasi!

Hampir setiap perbuatan yang dilakukan Rasulullah SAW selalu terjaga mutunya. Begitu mempesona kualitasnya. Shalat beliau adalah shalat yang bermutu tinggi, shalat yang prestatif, khusyuk namanya. Amal-amal beliau merupakan amal-amal yang terpelihara kualitasnya, bermutu tinggi, ikhlas namanya. Demikian juga keberaniannya, tafakurnya, dan aneka kiprah hidup keseharian lainnya. Seluruhnya senantiasa dijaga untuk suatu mutu yang tertinggi.

Ya, beliau adalah pribadi yang sangat menjaga prestasi dan mempertahankan kualitas terbaik dari apa yang sanggup dilakukannya. Tidak heran kalau Allah Azza wa Jalla menegaskan, “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap rahmat Allah …” (QS. Al Ahzab [33] : 21)

Kalau ada yang bertanya, mengapa sekarang umat Islam belum ditakdirkan unggul dalam kaitan kedudukannya sebagai khalifah di muka bumi ini? Seandainya kita mau jujur dan sudi merenung, mungkin ada hal yang tertinggal di dalam menyuritauladani pribadi Nabi SAW. Yakni, kita belum terbiasa dengan kata prestasi. Kita masih terasa asing dengan kata kualitas. Dan kita pun kerapkali terperangah manakala mendengar kata unggul. Padahal, itu merupakan bagian yang sangat penting dari peninggalan Rasulullah SAW yang diwariskan untuk umatnya hingga akhir zaman.

Akibat tidak terbiasa dengan istilah-istilah tersebut, kita pun jadinya tidak lagi merasa bersalah andaikata tidak tergolong menjadi orang yang berprestasi. Kita tidak merasa kecewa ketika tidak bisa memberikan yang terbaik dari apa yang bisa kita lakukan. Lihat saja shalat dan shaum kita, yang merupakan amalan yang paling pokok dalam menjalankan syariat Islam. Kita jarang merasa kecewa andaikata shalat kita tidak khusyuk. Kita jarang merasa kecewa manakala bacaan kita kurang indah dan mengena. Kita pun jarang kecewa sekiranya shaum Ramadhan kita berlalu tanpa kita evaluasi mutunya.

Kita memang banyak melakukan hal-hal yang ada dalam aturan agama tetapi kadang-kadang tidak tergerak untuk meningkatkan mutunya atau minimal kecewa dengan mutu yang tidak baik. Tentu saja tidak semua dari kita yang memiliki kebiasaan kurang baik semacam ini. Akan tetapi, kalau berani jujur, mungkin kita termasuk salah satu diantara yang jarang mementingkan kualitas.

Padahal, adalah sudah merupakan sunnatullah bahwa yang mendapatkan predikat terbaik hanyalah orang-orang yang paling berkualitas dalam sisi dan segi apa yang Allah takdirkan ada dalam episode kehidupan dunia ini. Baik dalam urusan duniawi maupun ukhrawi, Allah Azza wa Jalla selalu mementingkan penilaian terbaik dari mutu yang bisa dilakukan.

Misalnya saja shalat, “Qadaflahal mu’minuun. Alladziina hum fii shalaatihim” (QS. Al Mu’minuun [23] : 1-2). Amat sangat berbahagia serta beruntung bagi orang yang khusyuk dalam shalatnya. Artinya, shalat yang terpelihara mutunya, yang dilakukan oleh orang yang benar-benar menjaga kualitas shalatnya. Sebaliknya, “Fawailullilmushalliin. Alladziina hum’an shalatihim saahuun” (QS. Al Maa’uun [107] : 4-5). Kecelakaanlah bagi orang-orang yang lalai dalam shalatnya!

Amal baru diterima kalau benar-benar bermutu tinggi ikhlasnya. Allah Azza wa Jalla berfirman, “Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat serta menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus” (QS. Al Bayyinah [98] : 5). Allah pun tidak memerintahkan kita, kecuali menyempurnakan amal-amal ini semata-mata karena Allah. Ada riya sedikit saja, pahala amalan kita pun tidak akan diterima oleh Allah Azza wa Jalla. Ini dalam urusan ukhrawi.

Demikian juga dalam urusan duniawi produk-produk yang unggul selalu lebih mendapat tempat di masyarakat. Lebih mendapatkan kedudukan dan penghargaan sesuai dengan tingkat keunggulannya. Para pemuda yang unggul juga bisa bermanfaat lebih banyak daripada orang-orang yang tidak memelihara dan meningkatkan mutu keunggulannya.

Pendek kata, siapapun yang ingin memahami Islam secara lebih cocok dengan apa-apa yang telah dicontohkan Rasul, maka bagian yang harus menjadi pedoman hidup adalah bahwa kita harus tetap tergolong menjadi orang yang menikmati perbuatan dan karya terbaik, yang paling berkulitas. Prestasi dan keunggulan adalah bagian yang harus menjadi lekat menyatu dalam perilaku kita sehari-hari.

Kita harus menikmati karya terbaik kita, ibadah terbaik kita, serta amalan terbaik yang harus kita tingkatkan. Tubuh memberikan karya terbaik sesuai dengan syariat dunia sementara hati memberikan keikhlasan terbaik sesuai dengan syariat agama. Insya Allah, di dunia kita akan memperoleh tempat terbaik dan di akhirat pun mudah-mudahan mendapatkan tempat dan balasan terbaik pula.

Tubuh seratus persen bersimbah peluh berkuah keringat dalam memberikan upaya terbaik, otak seratus persen digunakan untuk mengatur strategi yang paling jitu dan paling mutakhir, dan hati pun seratus persen memberikan tawakal serta ikhlas terbaik, maka kita pun akan puas menjalani hidup yang singkat ini dengan perbuatan yang Insya Allah tertinggi dan bermutu. Inilah justru yang dikhendaki oleh Al Islam, yang telah dicontohkan Rasulullah SAW yang mulia, para sahabatnya yang terhormat, dan orang-orang shaleh sesudahnya.

Oleh sebab itu, bangkitlah dan jangan ditunda-tunda lagi untuk menjadi seorang pribadi muslim yang berprestasi, yang unggul dalam potensi yang telah dianugerahkan Allah SWT kepada setiap diri hamba-hambanya. Kitalah sebenarnya yang paling berhak menjadi manusia terbaik, yang mampu menggenggam dunia ini, daripada mereka yang ingkar, tidak mengakui bahwa segala potensi dan kesuksesan itu adalah anugerah dan karunia Allah SWT, Zat Maha Pencipta dan Maha Penguasa atas jagat raya alam semesta dan segala isinya ini!

Ingat, wahai hamba-hamba Allah, “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh yang ma’ruf dan mencegah yang munkar dan beriman kepada Allah …!’ (QS. Ali Imran [3] : 110).

(Sumber : Tabloid MQ EDISI 07/TH.1/NOVEMBER 2000)

Sabar Untuk Sebuah Senyuman….!!!

Lima tahun lebihku di kota ini..

Dilihat mata memang tiada mutiara kuperoleh.

Namun, di balik doa mu, Ma..!

Ia jadikan hati ini sabar

 

Takkan sanggup ku melihat lagi air matamu

Jauh didalam ku jadikan hati ini selembut senyumku waktuku kau lahirkan.

Telah kubuang jauh ego dan emosiku dulu..

Telah banyak anugerah dan hinaan yang Ia berikan untukku..

 

Terima kasih..TUHAN.!

Smoga lembaran demi lembaran kertas kehidupan ini dapat kutulis kembali

Hingga bukuku usai sudah…!!

 

#by Wj. Kastra