SEDIKIT TEORI MOTIVASI


Kebanyakan orang pada masa lalu beranggapan bahwa proses untuk mendapatkan kinerja dari staf mereka adalah sesuatu yang sederhana. Katakana kepada mereka apa yang harus mereka kerjakan dan itulah yang dilakukan. Titik. Apabila karena sesuatu hal ca ra itu tidak ampuh maka cukup untuk menerapkan kekuasaan manajemen, dengan paksa.

Sekarang pun manajemen dengan memanfaatkan ketakutan masih ada. Di tatanan ekonomi mana pun di mana masih ada pengangguran, ancaman terbesar adalah menjadi pengangguran. Tanpa memedulikan apakah ancaman itu samar-samar atau spesifik, ataukah hanya mengambil bentuk dari gurauan yang berlebihan atau memaksa secara terang-terangan, itu hanya akan mempan dalam jangka pendek dan pasti akan dibenci oleh para karyawan. Adalah tugas manajer untuk tidak hanya menyelesaikan suatu pekerjaan, tetapi menyelesaikannya dengan sukarela.

Factor kenbencian sangat berpengaruh. Orang akan melawan segala sesuatu yang mereka anggap sebagai permintaan tidak wajar. Perlawanan ini akan menyita waktu dan usaha yang sangat banyak dan akhirnya kinerja yang diperoleh hanya sebatas minimum saja yang diperkirakan orang “masih dapat diterima oleh manajemen”.

Hanya jika orang “butuh” melakukan sesuatu dan diberi semangat untuk mengerjakannya dengan baik, mereka dapat diandalkan untuk mengerjakannya dengan sangat baik. Motivasi member alas an kepada orang agar mereka merasa perlu memberikan kinerja yang baik.

Kedengarannya ini tidak lebih dari suatu kewajaran dan memang demikian adanya. Sebagai contoh, apakah Anda lebih berkemungkinan untuk membaca tulisan ini lebih lanjut jika saya mengatakan kepada Anda saya akan datang untuk merusak rumah Anda jika Anda tidak melanjutkan membaca, atau jika saya mengimbau Anda untuk terus membaca karena bacaan itu memang berguna dan Anda akan mendapatkan sesuatu hadiah nyata? (Maksud saya hendaknya Andamenemukan sesuatu yang berguna ini tanpa disengaja, saying sekali tidak tersedua hadiah.). motivasi itu bekerja karena motivasi mencerminkan sesuatu tentang sifat manusia, dan memahami berbagai teorinya merupakan prasyarat yang bermanfaat untuk menyebar teknik-teknik motivasional lebih lanjut.

 Teori X danTeori Y

Teori motivasional pertama yang layak mendapat perhatiandidokumentasikan oleh Douglas McGregor. Ia mendefinisikan perilakumanusia sehubungan dengan kehidupan berorganisasi sebagai berikut:

R      Teori X : berasumsi bahwa orang lain itu malas, tidak berminat untuk bekerja atau memikul tanggung jawab, karenanya mereka harus selalu didorong dan dibujuk untuk melakukan sesuatu dengan cara yang disiplin disertai dengan member imbalan untuk membantu prosesnya.

R   Teori Y : mengambil sudut pandang yang berlawanan. Teori ini beramsusi bahwa orangn itu ingin bekerja. Mereka menikmati untuk mencapai sesuatu, mendapat kepuasan dari memikul tanggung jawab, dan secara alamiah cenderung untuk mencari dan menemukan cara supaya pekerjaan itu menjadi suatu pengalaman yang positif.

Ada kebenaran dalam kedua penggambaran ini. Apa yang dilakukan McGregor adalah menggambarkan dua posisi yang ekstrem. Tentu saja, ada pekerjaan yang pada dasarnya sudah membosankan dan duniawi, sementara ada pekerjaan lain yang jelas-jelas lebih menarik. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika dikatakan bahwa jauh lebih mudah memotivasi orang untuk mengerjakan pekerjaan yang disebut terakhir. Namun, sesudah mengatakan itu, sebenarnya kesemuanya itu adalah persoalan persepsi saja. Ada cerita kuno yang diragukan kebenarannya tentang sekelompok orang terpidana yang putus asa dan dipekerjakan memecah batu; dari mereka diminta pendapat mengenai pekerjaan yang mematahkan tulang punggung ini. Semua narapidana menyatakan pendapat yang negative, terkecuali satu orang – ia berkata, “saya masih dapat bertahan dengan pekerjaan ini jika saya tetap memikirkan hasil akhirnya-karena saya membantu untuk membangun sebuah katedral.”

Tidak soal Anda menyukai Teori X atau Teori Y (yang jelas lebih menarik), disarankan bahwa motivasi adalah suatu proses yang menarik keluar hasil yang terbaik dari situasi apa saja. Beberapa motivasi dapat membantu memindahkan orang dari suatu situasi Teori X ke situasi Teori Y dan sesudah itu akan lebih mudah untuk terus membangun atas dasar prinsip-prinsip Teori karena saya membantu untuk membangun sebuah katedral.”

Tidak soal Anda menyukai Teori X atau Teori Y (yang jelas lebih menarik), disarankan bahwa motivasi adalah suatu proses yang menarik keluar hasil yang terbaik dari situasi apa saja. Beberapa motivasi dapat membantu memindahkan orang dari suatu situasi Teori X ke situasi Teori Y dan sesudah itu akan lebih mudah untuk terus membangun atas dasar prinsip-prinsip Teori  Y yang positif untuk mencapai semangat motivasional yang lebih baik dan juga kinerja yang lebih baik.

Hierarki Kebutuhan Maslow

Teori lain yang membantu menjelaskan situasi dasar di dalam mana semua usaha motivasional harus diarahkan, adalah teori dari Abraham Maslow.  Ia menulis bahwa kebutuhan orang terpuaskan secara progresif. Dengan kata lain, hanya jika satu kebutuhan dasar sudah terpenuhi, aspirasi orang meningkat dan sasaran baru mulai ditetapkan.

Kebutuhan primer adalah kebutuhan fisik untuk makan dan minum, mendapatkan tempat tinggal, kehangatan, dan istirahat. Di dalam lingkungan pekerjaan, orang perlu mendapat gaji cukup guna membeli kebutuhan primernya. Kemudian, muncul kebutuhan akan keselamatan dan perlindungan, mulai dari jaminan mendapat pekerjaan (yang tidak semudah dulu lagi dalam memenuhinya) sampai kesehatan (dengan pengadaan prigram jaminan kesehatan oleh majikan yang sekarang sudah umum).

Sesudah itu, ia menyebutkan kebutuhan-kebutuhan social yang terkait dengan bekerja dalam kelompok bersama orang banyak. Lingkungan pekerjaan adalah juga suatu lingkungan social, bahkan bagi beberapa orang lingkungan pekerjaan merupakan kontak social terbesar dalam hidup mereka. Terkait dengan semua ini, masih ada tingkat-tingkat kebutuhan yang lebih tinggi, seperti pengakuan di dalam organisasi dan antara orang-orang yang membentuk lingkungan pekerjaan. Selain itu, juga ada kebutuhan akan kemampuan untuk merasa percaya diri, pencapaian diri, dan dapat memandang secara positif ke masa depan yang lebih baik. Masa depan di mana kita lebih mungkin dapat mewujudkan potensi yang kita persepsikan dan karenanya menjadi lebih bahagia.

Dengan cara apapun Anda mendefinisikan dan menjelaskan teori ini, yang penting adalah sifatnya hierarkisnya. Apa yang dikatan Maslow adalah sangat wajar dan menurut nalar, yaitu bahwa motivasi orang hanya dapat dipenuhi jika hierarki ini dipenuhi. Misalnya, teori ini menyiratkan bahwa masukan motivasional tidak dapat menjadi efektif jika itu diarahkan pada suatu tingkat tertentu sementara tingkat yang lebih rendah belum terpenuhi. Jadi, tidak ada gunanya mengatakan kepada orang-orang bagaimana cara memuaskan suatu pekerjaan jika benaak mereka dipenuhi pikiran tentang gajiyang rendah yang membuat mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan yang mendasar.

Sekali lagi, uraian ini belum menjelaskan keseluruhan proses dengan cara yang dapat Anda gunakan untuk menciptakan motivasi yang tepat di tempat kerja Anda, tetapi ini dapat membantu meperlihatkan satu unsure dari sekian banyak unsure yang terlibat.

Sumber: 30 Minutes To motivate your staff.Patrick Forsyth, 1998

Silakan Berkomentar dan Mari Berbagi..!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s