Preview Kerja Yang Realistis : Apa Yang Anda Lihat Adalah Apa Yang Anda Peroleh


Ingatlah kembali kemasa ketika Anda mengikuti sebuah interview kerja. Setelah sang interviewer selesai mengajukan pertanyaan-pertanyaannya, bagaimana cara dia menggambarkan pekerjaan dan perusahaannya? Kebanyakan manajer pada saat menjalankan interview kerja, hamper selalu terfokus pada aspek-aspek positif saja. Mereka membicarakan tentang tugas kerja yang emanrik, tentang kebersamaan di antara para rekan sekerja, tentang kesempatan untuk maju, tenatng banyaknya fasilitas-fasilitas dan semacamnya. Bahkan meskipun para manajer memang tahu tentang keburukan-keburukan pekerjaan itu dan perusahaan, dia dengan hati-hati menghindarkan topic itu. Mengapa harus membunuh ketertarikan seorang pelamar kerja yang bagus dengan membicarakam hal-hal yang negative?

Para manajer yang terfiokus pada hal-hal yang positif sebenarnya sedang melakukan kekeliruan. Mereka sedang menepatkan diri mereka sendiri dalam kemungkinan kecewa karena karyawan barunya dengan cepat dan mengejutkan mengundurkan diri. Semua waktu yang dihabiskan untuk mereview lamaran kerja para calon karyawan dan melaksanakan interview kerja menjadi terbuang sia-sia karena hanya setelah beberapa minggu atau beberapa bulan bekerja, karyawan baru itu dengan tergesa-gesa mengundurkan diri.

Apakah ada langkah cerdas yang diambil oleh seorang manajer untuk menghindari pengalaman negative ini? Jawabanya adalah ada: Yakni gunakan preview kerja yang realistis.

Para pereview kerja yang realistis memberikan kepada para pelamar baik informasi yang bagus maupun tidak bagus sebelum tawaran kerja diajukan. Ini berlawanan sekali dengan pereview kerja yang secara umum dijalankan oleh para manajer pada tahap interview – yakni secara berhati-hati memilih kata-kata untuk mendiskripsikan aspek-aspek positif dari pekerjaan baru dan perusahaan itu. Semua ini hanya akan menciptakan ekspektasi-ekspektasi palsu dalam diri karyawan. Tak ada pekerjaan atau perusahaan yang sempurna. Dan Anda hanya akan lebih cenderung bias mempertahankan rekrutmen baru Anda jika Anda bersikap jujur sejak awal.

Ketika informasi yang diterima seorang pelamar kerja sangat tidak lengkap, sejumlah hal yang berpotensi berdampak negative terhadap perusahaan bias terjadi. Yang pertama, para pelamar kerja sebanarnya tidak cocok – sehinga merasa tidak betah dengan pekerjaan itu dan dengan segera mengundurkan diri – cenderung terus saja mengikuti proses rekrutmen kerja. Yang kedua, ketiadaan informasi yang negative menciptakan ekspektasi-ekspektasi yang tidak realistis. Jika direkrut, karyawan baru itu akan cenderung menjadi cepat kecewa. Ini pada gilirannya akan menyebabkan rendahnya tingkat kepuasan kerja karyawan dan pengunduran diri cepat. Yang terakhir, para rekrutmen terhadap perusahaan manakala berhadapan langsung dengan hal-hal yang negative dalam pekerjaannya. Tak seorang pun yang suka ditipu atau disesatkan dalam proses rekrutmennya.

Sebuah pereview kerja yang realistis menyediakan antara informasi mengenai aspek positif dan negative secara seimbang dari suatu pekerjaan. Sebagai missal, selain komentar positif, para manajer bias memberitahu para calon karyawan bahwa dalam pekerjaan tersebut hanya sedikit waktu untuk bsa bercakap-cakap dengan para rekan sekerja selama jam kerja atau fluktuasi yang tak menentu dalam beban kerja bias menciptakan stress yang besar terhadap para karyawan selama jam-jam sibuk. Anousheh Ansari, kepala operasi pada Telecom Technologies, merupakan seorang pelopor preview kerja yang realistis, Dia mengatakan bahwa dia secara sengaja memberikan sebuah gambaran yang suram dan berusaha menakut-nakuti para calon karyawan selama proses interview. Sebagai missal, dia mengatakan bahwa mereka akan diminta bekerja di lapangan selama 10 dan 12 jan kerja,. “Beberapa orang langsung mengundurkan diri, namun mereka yang tetap bertahan akanmemiliki komitmen dan berkehendak untuk melakukan apa pun yang harus dikerjakannya.” Katanya.

Bukti yang ada menunjukkan bahwa para pelamar kerja yang mendapatkan sebuah review karja yang relistis memiliki ekspektasi-ekspektasi yang lebih rendah dan lebih realistis mengenai pekerjaan yang akan dilakukannya dan menjadi lebih siap untuk berhadapan dengan pekerjaan itu dengan semua elemen negatifnya. Hanya menyajikan aspek-aspek positif dari sebuah pekerjaan kepada seorang karyawn baru memang bias memikatnya untuk bekerja, namun ikatan hubungan yang memang bias memikatnya untuk bekerja, namun ikatan hubungan yang tercipta itu adalah ikatan kerja yang cepat Anda sesali.

Sumber: Ronald O’reilly, 2003. 63 Ways How to Boots Your Employes.Global Business review-USA

Silakan Berkomentar dan Mari Berbagi..!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s